Ertuğrul Frigate: Kapal Perang Diplomasi Islam untuk Jepang
Jejak Peradaban dot ID-Jepang merupakan salah satu negara maju yang terkenal dengan agama Shinto. Secara geografis, letak Jepang yang sangat jauh dengan tempat awalnya Islam rasanya agak sulit Islam dapat berkembang di sana. Awal persentuhan Jepang dengan Islam terdapat beberapa versi, antara lain melalui perdagangan melewati jalur sutera, kunjungan Sultan Johor, dan kunjungan diplomatik Turki Utsmani dengan ekspedisi Kapal Ertuğrul. Kesempatan kali ini penulis akan menyajikan mengenai ekspedisi kapal Ertuğrul yang sekaligus juga kunjungan diplomatik terbesar sekaligus penanda persahabatan Jepang dengan Turki Utsmani yang merepresentasikan dunia Islam kala itu.
Kapal Ertuğrul merupakan kapal layar yang dilengkapi dengan mesin uap. Kapal ini diresmikan oleh Pangeran Abdul Aziz pada 19 Oktober 1863 di Galangan Kapal Istanbul. Kemudian, kapal berlayar ke Inggris untuk pemasangan mesin pada 1864. Setelah pemasangan mesin uap, kapal kembali menuju Turki Utsmani pada 1865. Kapal berbadan kayu ini mampu berlayar dengan kecepatan 10 mil/jam dan mesin uap yang terpasang berkekuatan 600 tenaga kuda. Kapal berjenis frigate ini juga dilengkapi dengan meriam Amstrong dan Torpedo.
Kunjungan ke Jepang merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya Turki Utsmani mendapatkan kunjungan kenegaraan dari Jepang. Ekspedisi Kapal Ertuğrul dimulai pada 14 Juli 1889 dengan membawa 600 personel yang terdiri dari perwira, sipil, dan pelaut. Tujuan utama ekspedisi ini adalah pelabuhan Yokohama untuk bertemu Kaisar Jepang. Sebelum masuk ke Pelabuhan Yokohama, ekspedisi menyinggahi beberapa pelabuhan di Jepang, yakni Pelabuhan Nagasaki dan Kobe. Di Yokohama, rombongan diterima baik oleh Kaisar dan menetap selama tiga bulan di Jepang.
Setelah tiga bulan, rombongan ekspedisi kembali menuju Istanbul pada 15 September 1890. Saat pelayaran dari Yokohama menuju Turki 16 September 1890 tepatnya di Semenanjung Oshima ekspedisi menemui badai besar. Semenanjung Oshima berada di antara Yokohama dan Kobe. Kapal akhirnya menabrak karang dan karam di lautan Jepang. Dari semua kru hanya tersisa 80 orang yang selamat termasuk Imam Kapal, Ali Effendi. Hingga saat ini, tanggal 16 September diperingati setiap tahunnya sebagai simbol persahabatan antara Jepang dan Turki.
Kunjungan ekspedisi Kapal Ertuğrul merupakan salah satu momentum penting bagi proses perkembangan Islam di wilayah timur jauh. Saat ini Jepang telah ada beberapa masjid, salah satunya adalah Masjid Kobe yang legendaris. Jepang tumbuh sebagai negara yang nyaman untuk ditinggali kaum Muslim, hal ini terbukti dari tersedianya toko, restoran halal dan pemakaman Islam serta tempat-tempat pembelajaran Islam selain masjid tentunya.
Semoga bermanfaat...
Baca Juga:
Perkembangan Wayang dari Prasejarah hingga Opera van JavaRaggae, Rasta, Ganja, Gimbal, dan Uye~
jejakperadaban.id

Post a Comment for "Ertuğrul Frigate: Kapal Perang Diplomasi Islam untuk Jepang"
Post a Comment
Add your comment