Perkembangan Wayang dari Prasejarah hingga Opera van Java
Jejak Peradaban dot ID-Setelah kemarin kita telah mengintip mengenai asal usul wayang menurut beberapa ahli dengan penguatan masing-masing. Kali ini kita akan sedikit membicarakan wayang dalam perkembangannya. Perkembangannya sejak zaman prasejarah hingga masa modern yang menurut hemat kami diwakili oleh opera van java. Bagi yang belum membaca artikel sebelumnya silahkan klik link di bawah ini.
Baca dulu : Mengintip Asal Usul Wayang
Zaman Prasejarah
Zaman ini wayang dianggap sakral. Wayang digunakan sebagai sarana pemujaan terhadap arwah nenek moyang yang lazim disebut Hyang. Arwah nenek moyang tersebut diyakini datang dalam bentuk bayangan yang datang karena diminta untuk memberikan restu ataupun pertolongan. Yang bertindak sebagai penghubung terhadap arwah nenk moyang disebut Syaman. Ritual ini kemudian menjadi pementasan dan Syaman bertindak sebagai dalangnya. Isi cerita dalam pementasannya adalah pengalaman dan petualangan nenek moyang dan bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa Asli.
Zaman Kerajaan Hindu
Bergeser dari masa prasejarah, kita masuk ke zaman kerjaan Hindu. Mohon maaf kami tidak bisa menceritakan bagaimana wayang pada zaman batu, perunggu, zaman nabi-nabi, ataupun zaman pra sapiens. Pada masa kerajaan Hindu wayang bertambah fungsinya ke dunia pendidikan dan komunikasi. Isi cerita dalam pementasan wayang diambil dari cerita Mahabrata dan Ramayana. Pada zaman kerajaan Kediri, Singasari, dan Majapahit kepustakaan wayang mencapai masa jayanya, seperti yang terpahat di candi dan tercatat di prasasti. Karya wayang pada zaman ini antara lain: Baratayudha, Arjuna Wiwaha dan Sudalama. Masa ini cerita Mahabrata dan Ramayana telah diterima di wilayah Nusantara.
Zaman Islam
Masuk ke dunia Islam sudah pasti kita masuk ke masa dakwah. Selain sebagai sarana dakwah wayang juga berfungsi sebagai sarana pendidikan, komunikasi, hiburan, bahkan mungkin bisa dijadikan sasaran ujaran kafir-mengkafirkan. Masuknya Islam ke wilayah Nusantara memang membawa perubahan yang signifikasn dari wayang. Cerita dalam pementasan wayang berubah menjadi bernuansa Islam. Pendapat yang terkenal mengatakan bahwa Kanjeng Sunan Kalijaga adalah orang yang menggunakan wayang sebagai media dakwah dan sekaligus beliau sebagai pencipta beberapa karakter wayang. Bahkan, tafsiran tentang tokoh Punakawan berubah menjadi Islam banget. Mengenai tafsiran para Punakawan akan dibahas di artikel selanjutnya ya..Sampai masa kontemporer wayang juga tetap digunakan sebagai sarana dakwah, seperti yang dilakukan oleh alm. Ki Enthus. Alfatihah...
Opera van Java
Selamat datang di Opera van Java. Di sana gunung di sana gunung...dst.
Opera van Java merupakan pementasan wayang yang dikemas dengan komedi. Di sinilah wayang telah bergeser ke ranah showbiz yang syarat keuntungan. Terlepas dari itu, menurut kami ini merupakan upaya pelestarian yang inovatif dan mengenalkan wayang ke masyarakat luas. Setelah booming, menurut kami wayang semakin akrab dengan mayarakat. Salah satu hal yang menjadi indikatornya adalah banyaknya penonton yang memadati alun-alun lor Yogyakarta saat mereka Road Show.
Dari beberapa uraian di atas kami harus jujur bahwa kami mengutip beberapa sumber, salah satunya adalah pendapat Hazeau yang dikutip Sri Mulyono dalam bukunya Simbolisme dan Mistikisme dalam Wayang. Selain itu kami juga mengutip beberapa kawan yang memang ada di sekitaran redaksi kami. Semoga ini bisa mencerahkan, jika ada salah dan kurang silahkan kritik dan saran melalui Direct Message di Facebook atau Instagram kami. Hehe~
Jangan Lupa Follow Instagram kami yang masih sepi, hehe~

Post a Comment for "Perkembangan Wayang dari Prasejarah hingga Opera van Java"
Post a Comment
Add your comment