Literasi dalam Melestarikan Sejarah Lokal Wonogiri


Pada masa ini kita tumbuh pada zaman dimana semuanya digital dan modern serta praktis, dengan kecanggihan teknologi ini semua aktivitas yang kita lakukan tentunya semakin mudah.

Seiring berkembangnya teknologi digital pada masa ini tidak sedikit memberikan dampak negatif dan ketergantungan manusia dengan semua teknologi digital.

Selain itu banyak dari masyarakat Indonesia yang bahkan lemah dalam literasi biasa maupun literasi digital.

Hal ini sangat memprihatikan bagi masyarakat Indonesia bahkan UNESCO telah mencatat bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatikan.

Kelemahan dasarnya terletak pada daya baca masyarakat dimana masyarakat sanggup menatap layar gawai berjam-jam tetapi lemah dalam memahami suatu informasi.

Remaja pada saat ini telah banyak yang ketergantungan dengan teknologi, seperti kebiasaan kecil yang akhirnya berakibat berat seperti meminta jawaban suatu tugas dengan mengunakan AI (Artificial Intelligence atau  Kecerdasan Buatan) secara terus-menerus tanpa memahami prosesnya dapat mengurangi kesempatan remaja untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Masalah yang sering dialami remaja saat ini adalah mudah mendapatkan dan menyebarkan informasi tetapi belum bisa mencari, memeriksa, memahami dan menyebarkan informasi sejarah secara tanggung jawab.

Padahal dengan teknologi internet yang canggih ini seharusnya memberikan kemudahan bagi para generasi muda dalam memperoleh dan mempelajari sejarah bahkan melestarikannya, hal inilah yang justru membuat pentingnya teknologi dengan kemampuan literasi.

Menurut Komdigi masyarakat Indonesia malas baca tetapi cerewet di medsos, masyarakat Indonesia menghabiskan 9 jam waktunya hanya untuk menatap layar gawai dan sementara menurut UNESCO dikutip dari artikel menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,001%.

Informasi di atas menunjukkan bahwa tidak semua pengguna gawai dapat secara otomatis memiliki kemampuan literasi digital yang baik dalam konteks pengenalan sejarah. 

Remaja seharusnya juga dapat menemukan informasi mengenai sejarah tersebut dengan kemampuan untuk pemeriksaan sumber, perbandingan dan membedakan fakta pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya jika tidak dilakukan internet yang seharusnya sebagai sarana untuk pelestarian sejarah justru dapat menjadi tempat penyebaran informasi sejarah yang keliru bahkan salah .

Oleh karena itu pentingnya penanaman sikap literasi digital untuk mempelajari sejarah dan melestarikan sejarah, jika kita tidak bergerak dari detik ini maka siapa yang nantinya akan melestarikan sejarah dan budaya lokal ini.

Dengan demikian,mengenalkan sejarah Wonogiri melalui media digital bukan hanya sekedar mengikuti perkembangan teknologi saja, tetapi menjadi salah satu cara untuk menjaga identitas serta nilai sejarah untuk para generasi muda.

Perjalanan Sejarah Wonogiri

Sejarah Wonogiri merupakan salah satu sejarah yang penting untuk diketahui oleh remaja karena termasuk dalam bagian identitas dan mengandung nilai perjuangan yang masih relevan hingga masa kini.

Sejarah tentunya tidak akan lepas dari para tokoh-tokoh perjuangan, begitu juga dengan sejarah Wonogiri tidak luput juga dari perjuangan Raden Mas Said atau yang dikenal dengan Pangeran Sambernyawa.

Ia pemerintahan di wilayah Nglaroh yang pada akhirnya menjadi cikal bakal sejarah Wonogiri.

Nilai-nilai sejarah yang diajarkan di dalamnya tentunya berisi keberanian,ketekunan, persatuan, semangat menghadapi masalah dan tidak menetap pada posisi nyaman dan berharap semuanya selesai bahkan menggunakan standar medsos untuk menyelesaikan sebuah permasalah.

Di sini nilai sejarah sangat penting dikenalkan pada generasi muda agar generasi muda tidak menganggap cerita sejarah hanya sebagai cerita masa lampau yang tertelan waktu jika tidak dilestarikan dan tentunya untuk mengambil pelajaran dalam mengahadapi kehidupan masa kini.

Literasi Digital dalam Pembelajaran Sejarah Berbasis Internet

Pengunaan internet penting bagi pembelajaran sejarah sebagai sarana dalam menyebarkan sejarah secara luas dan dapat mudah untuk mengenalkan berbagai sejarah secara digital agar sejarah tidak hilang begitu saja ditelan waktu.

Oleh karena itu diperlukan adanya inovasi untuk melestarikan sejarah yang menarik melalui prototype bagi pelajar seperti media edukasi yang interaktif tentang berbagai pengenalan sejarah yang bermacam-macam, dan pembentukan organisasi pelajar generasi muda yang berisi berbagai pelajar muda yang siap untuk menyebar luaskan sejarah dan melestarikannya

Media tersebut dapat berupa poster interaktif, kartu sejarah, dan peta jejak sejarah Wonogiri. Sementara itu, organisasi pelajar dapat menjalankan kegiatan seperti diskusi sejarah, kunjungan situs bersejarah, dokumentasi, serta pembuatan konten sejarah yang berdasarkan sumber terpercaya.

Pada akhirnya pelestarian sejarah membutuhkan kesadaran para generasi muda karena hakikatnya yang bertanggung jawab atas pelestarian sejarah bukan hanya pemerintah saja melainkan kita juga sebagai generasi muda dengan mempelajari literasi digital kita akan lebih mudah untuk menyebarkan sejarah melalui media edukasi bahkan pembentukan organisasi pelajar untuk pelestarian sejarah agar sejarah tetap ada dan tidak hilang ditelan zaman.

Melalui integrasi media edukasi sejarah dan organisasi pelajar, pelestarian sejarah Wonogiri dapat diwujudkan secara nyata serta berkelanjutan implementasi gagasan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi digital, menambah keterbukaan remaja terhadap sejarah lokal ,dan mendorong untuk menjadi generasi yang aktif melestarikan sejarah Implementasinya dapat dimulai melalui sekolah dengan membentuk komunitas pelajar yang bekerja sama dengan guru dan pengelola situs sejarah. Media edukasi digunakan dalam kegiatan pembelajaran dan organisasi, sedangkan hasil dokumentasi sejarah dapat disebarluaskan melalui media digital.

Ditulis oleh: Aerilyn Belviana Cinta Kirana
(Murid MAN Wonogiri)

Post a Comment for "Literasi dalam Melestarikan Sejarah Lokal Wonogiri "