Review Buku Wacana Ke Islam dalam Majalah Medan Muslimin Tahun 1915-1942
![]() |
| Sumber: LKiS |
Penelitian ini bersumber
dari desertasi ini di tulis oleh Syamsul
Bahri dengan judul Gerakan Komunis Islam Surakarta
1914-1942 M. Merupakan tugas akhir Doktoral di
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Yogyakarta ditulis pada tahun 2011. Penelitian
merupakan studi pustaka menggunakan data primer berupa majalah dan
surat kabar tersimpan di perpustakaan nasional dan data sekunder
berupa buku terkait dengan tema penelitian.
Penelitian yang dilakukan Syamsul
Bakri mengulas mengenai al ajaran Islam dengan
gerakan komonisme. Hal ini dilakukan dengan jalan menemukan
aktualisasi titik temu dan menghilangkan pemahaman yang menjauhkan
di antara keduanya. Adaptasi ini kemudian berkembang menjadi sebuah
paham sinketik keduanya terpadu dalam sebuah gerakan komunis Islam.
Ideologi perlawanan di Surakarta muncul berkembang di latar belakang
oleh ekspolitasi yang di lakukan oleh pemerintah kolonial dan di dalam para
pempin secara legal formal mewakili aspirasi umat Islam. gerakan ini
mendapat respon luas dari kalangan santri di Surakarta. Adapun sebab-sebab
muncul dukungan gerakan revolusioner dan bernafaskan keIslaman
kedua keberpihakan ke kalangan rakyat kecil ketiga keinginan untuk merdeka kaum
komunis putih menepatkan diri sebagai oposisi pemerintah kolonial Belanda,
sekaligus sebagai gerakan pembebasan rakyat dari
penindasan. Mereka memerankan Islam sebagai ideologi perlawanan dan
menjadikan komunisme sebagai wadah perjuangan. Dengan demikian penelitian ini
dapat digunakan sebagai pembanding untuk mengembangkan rancangan penelitian
saya berjudul wacana keislaman dalam majalah Medan Muslimin tahun 1914-1942.
Penelitian Ini terbagi menjadi empat bab. Bab
pertama membahas gambaran umum abad ke 20 di Surakarta. Bab kedua mengulas
alkuturasi Islam dengan komunisme sedangkan bab ketiga
membahas mengenai perkembangan gerakan komunisme Islam. Bab ke empat mebahas
mengenai komunisme Islam sebagai ideologi perlawanan terhadap kolonial
Belanda. Secara umum hasil penelitian Syamsul
Bahri menjadi acuan dasar untuk mengumpulkan data guna melakukan rancangan
penelitian saya. Namun pada dasrnya penelitian yang akan
dilakukan memiliki perbedaan khususnya
pada fokus penelitian.
Berangkat dari penelitian Syamsul
Bikri Gerakan Komunisme Islam Surakarta. Di dalam salah satu halaman
buku ini menjelaskan redaktur sebuah surat kabar Mardhi Raharjo
terbitan Magelang, yang menulis bahawa Nabi Muhammad SAW bukan seorang Nabi.
Kemudian Haji Misbah sebagai pimpinan redadaksi majalah Medan Muslimin pernah
mendapatkan sabotase dari kalangan kaum sekuler menamakan diri Ngroetiksowo yang didirikan
oleh surat kabar Djawa Kondo terbit di Solo. Peristiwa paling tersiar
adalah ketika ada seorang wanita Belanda dari Surabaya
bernama Bertha Walbhem mengatakan bahwa agama Islam itu busuk.
Selain itu ia mengatkan Al-Quran adalah penyebab utama
kaum Jawa jauh dari kemajuan dan dekat dengan
kebodohan. Perstiwa ini mendapatkan rekasi keras oleh haji Misbah.
Selain itu kasus penistaan agama termuat dalam surat kabar Djawa Kondo dan
Dajawi Hisworo diterbit pada Maret 1917 di kolom
iklan yang menjual poster wajah Nabi Muhamamad SAW dijual
dengan harga f 100 jika membeli 10 poster
akan mendapatkan 10 paket. Ikaln itu juga menjual kitab
karangan Muhammad SAW seharaga f 10.000. Berakat dari persitiwa telah di
jelasakan di atas. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut
mengenai wacana keislaman majalah Medan Muslimin.
Agus Triyanta
Mahasiswa Magister Sejarah
dan Peradaban Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Post a Comment for "Review Buku Wacana Ke Islam dalam Majalah Medan Muslimin Tahun 1915-1942"
Post a Comment
Add your comment