Kehancuran Baghdad 1258: Analogi Letusan Gunung Berapi
Baghdad merupakan pusat dari Dinasti Abbasiyah. Pada masa penyerangan Mongol, khalifah yang berkuasa adalah al-Musta’shim. Serangan Mongol pada waktu itu dipimpin oleh Hulagu Khan. Pada penyerbuan ini kota Baghdad hancur tak tersisa dan dinasti Abbasiyah runtuh dari peradaban Islam.
![]() |
| Ilustrasi: Bibliothèque nationale de France |
Dalam Tarikh Khulafa’ Imam Suyuthi dan Ensiklopedia Peradaban Islam Baghdad disebut beberapa syair yang menggambarkan bagaimana bangsa Mongol menyerang Baghdad:
“Kini hancurlah Baghdad dan penghuninya rumah-rumah hancur di saat menteri jahat masih bercokol dengan musuhnya”
“Maka langitpun mencurahkan hujan lebat darah ke atas bumi dan kebinasaan menyapu bersih kerajaan al-Musta’shim, khilafah orang mukmin. Ya Muhammad! Apabila hari pengadilan datang angkatlah kepala tuan dan lihat kesengsaraan umatmu ini!”
Dua syair di atas merupakan penggambaran bagaimana perihnya penyerangan bangsa Mongol atas Baghdad bagi orang Islam. Bahkan Hulagu menarik diri dari Baghdad untuk menghindari bau busuk yang mendominasi udara di sana. Sebelumnya kota ini dijarah dan dibakar, semua orang dibantai termasuk keluarga khalifah. (Hitti, 2013)
Pada saat ingin membasmi kaum Assasin, Hulagu mengirimkan surat kepada khalifah al-Musta’shim yang berisi tentang pemusnahan pusat aktivitas dan kekuatan Syiah Ismailiyah. Surat ini sampai di tangan Wazir al-Qemi yang beraliran syiah. Al-Qemi kemudian membalas surat tersebut atas nama Khalifah Abbasiyah di Baghdad dengan bahasa melecehkan. Hulagu merasa tidak dihargai dan terhina. Oleh karena itu Hulagu datang ke Baghdad untuk menyerang Baghdad. (Karim, 2014).
Pada 1258 M atau 656 H, tentara Mongol tiba di salah satu pintu gerbang Baghdad dengan 200.000an orang yang dipimpin oleh Hulagu Khan. Al-Musta’shim dikejutkan dengan kedatangan pasukan Hulagu. Dalam kondisi seperti ini Musta’shim tertipu oleh wazirnya sendiri yang berkata telah melakukan perdamaian dengan Hulagu. Bahkan wazirnya berusaha meyakinkan bahwa posisi khalifah akan aman jika khalifah menikahkan anaknya dengan anak wazirnya tersebut.
Khalifah menyetujui usulan tersebut. Kemudian khalifah yang telah tertipu keluar istana dengan mengajak beberapa pengikutnya yang terdiri oleh para ulama dan orang-orang penting membawa mutiara, permata, dan hadiah berharga lainnya dengan tujuan melakukan perdamaian dan menyambut kedatangan Hulagu Khan. Namun tanggapan Hulagu sangat berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan Musta’shim dan rombongan. Hulagu menyambut dengan seruan perang. Hasilnya khalifah dan pengikutnya dibunuh dan Hulagu dengan leluasa memasuki kota Baghdad dan memulai proses penghancuran.(Kusdiana, 2013)
Saat memasuki Baghdad pasukan Hulagu mendapat perlawanan dari rakyat, namun perlawanan itu dimentahkan dengan mudah. Tidak jelas perang atau pembantaian, peristiwa di Baghdad ini berlangsung selama 40 hari. Korban berjatuhan lebih dari sejuta penduduk. Tidak ada yang selamat dari pembantaian ini kecuali mereka yang bersembunyi di sumur ataupun kolong jembatan.
Mayat-mayat dibiarkan membusuk dan dibuang ke sungai Tigris bersama dengan buku-buku yang memuat ilmu pengetahuan sehingga sungai menjadi coklat karena percampuran warna darah dan tinta. Semua barang-barang berharga dijarah dan dimasukkan ke dalam ratusan karung yang diangkut oleh gerobak dan kereta yang sangat panjang. Dan runtuhlah Dinasti Abbasiyah yang terkenal dengan kemajuan dan keemasannya dalam peradaban Islam. Ilmu pengetahuan dihancurkan dan semua orang-orang cerdik pandai telah pergi ke lain dunia.
Analogi Letusan Gunung Api
Letusan gunung api akan menimbulkan efek yang sangat menyedihkan. Rumah, sekolah, ladang, sawah, hewan ternak, anak-anak, istri, orangtua, suami, dan semuanya lenyap. Tidak ada yang tersisa kecuali mereka yang beruntung menyelamatkan diri. Pandangan abu-abu mendominasi udara. Tidak ada kicauan burung, tidak ada lagi aktivitas pertanian, keilmuan, kekeluargaan dan lain sebagainya. Bahkan sulit untuk menjangkau daerah terkena dampak letusan karena timbunan material dan tidak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali mencari para korban.
![]() |
| Ilustrasi: Safareya |
Namun di balik kesengsaraan, ternyata letusan gunung api membawa berkah bagi generasi setelahnya. Daerah yang terkena dampak letusan ternyata dapat berubah menjadi lahan yang subur karena meterial letusan ternyata membawa kesuburan. Daerah-daerah menjadi hijau kembali dan lebih subur dari sebelumnya. Orang-orang lebih tanggap akan bencana, kehidupan ekonomi, sosial, dan kebudayaan bahkan bisa lebih maju dari sebelumnya.
Begitu juga serangan Hulagu Khan kepada Baghdad. Ini seolah letusan gunung api bagi umat Islam. Mereka datang tiba-tiba layaknya awan panas dan lava yang meluncur deras dari puncak gunung, tidak bisa diprediksi akan mengarah ke mana. Alirannya bebas, menghancurkan siapa saja yang dilewatinya. Hulagu dan pasukannya membinasakan apa saja yang ada di depan mereka. Rumah, sekolah, ilmu-ilmu pengetahuan, bangunan-bangunan penting semua hilang dalam sekejap. Tidak ada yang tersisa kecuali mereka yang beruntung menyelamatkan diri dan mayat-mayat yang dibiarkan membusuk tanpa diperlakukan layaknya orang meninggal pada umumnya.
Namun serangan Hulagu dan pasukannya ini membawa benih-benih kesuburan bagi Islam selaku korban. Hulagu Khan pada nantinya menghasilkan keturunan-keturunan yang membawa Islam ke masa yang lebih baik dari masa saat menjelang Abbasiyah runtuh. Dinasti yang didirikan oleh Hulagu pada perkembangannya menjadi dinasti Islam. Dinasti Ilkhan Islam melakukan reformasi di segala sektor sehingga berdampak pada kemajuan Islam.
Reformasi sangat terlihat ketika masa Ghazan Khan (keturunan Hulagu Khan). Ia membangun beberapa kota, mengembangkan proyek irigasi, mendukung pertanian dan perdagangan dengan cara-cara yang pernah dikembagkan dalam imperium timur tengah. Jalur perdagangan yang semula mati suri dihidupkan kembali menghubungkan Asia Tengah dengan China. Infrastuktur keagamaan dan pendidikan dibangun kembali, hasilnya kemajuan di berbagai bidang terwujud.


Post a Comment for "Kehancuran Baghdad 1258: Analogi Letusan Gunung Berapi"
Post a Comment
Add your comment