Benteng Van Den Bosch
Benteng Van Den Bosch merupakan bangunan peninggalan Kolonial Belanda yang berada di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Berdirinya Benteng Van den Bosch
Benteng Van Den Bosch dibangun pada tahun 1839 sampai 1845 di bawah pimpinan Kolonel Van den Bosch. Karenanya, benteng ini diberi nama sesuai nama kebesarannya, Van Den Bosch.
Sejarah pembangunan benteng ini berkaitan dengan terjadinya Perang Diponegoro. Sebagaimana disebutkan dalam penelitian tesis Novida Abbas pada tahun 2001 dengan judul “Dutch Forts of Java a Location Study”. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa Benteng Van den Bosch dibangun setelah 8 tahun Perang Diponegoro selesai. Tujuan pembangunannya adalah untuk mengantisipasi adanya serangan lanjutan dari pasukan Diponegoro.
Pasca terjadinya Perang Diponegoro Kolonial Belanda mengalami kerugian. Kebutuhan senjata dan perlengkapan perang dibuat dengan biaya banyak. Nah, pada saat perang ini berakhir, Kolonial Belanda berupaya memulihkan biaya pengeluaran dengan menguasai beberapa wilayah yang menjadi kekuasaan Kerajaan Mataram.
Lokasi pembangunannya terletak pada wilayah yang strategis, yaitu berada dekat dengan Sungai Bengawan Solo dan Bengawan Madiun. Di mana kedua sungai tersebut merupakan jalur utama transportasi perdagangan. Dengan dikuasainya jalur ini, maka Kolonial Belanda dapat dengan mudah memantau aktivitas perdagangan, sehingga praktik monopoli dapat mudah dilakukan.
Tindakan Kolonial Belanda tersebut menimbulkan keresahan masyarakat setempat. Sebab, penghasilan masyarakat menurun, dan mereka hidup dalam tekanan. Beberapa kali mereka melakukan perlawanan, namun justru ditangkap dan ditahan. Mereka dimasukkan ke dalam benteng, yangmana setiap tahanan yang masuk dipastikan tidak dapat keluar kembali. Salah satu perlawanan yang dikenal masyarakat adalah, Wiro Tani. Perlawanan ini dipimpin oleh KH. Nur Salim, salah satu pengikut Pangeran Diponegoro. Ia menghimpun kekuatan para petani untuk menyerang Kolonial Belanda.
Usaha tersebut menuai kegagalan. Akibatnya, KH. Nur Salim ditangkap dan menjadi tahanan sampai akhir hayatnya. Makamnya masih dapat disaksikan keberadaannya di dalam Benteng Van Den Bosch.
Fungsi Benteng Van Den Bosch
Area bangunan Benteng Van Den Bosch terletak di Komplek Angicipi Batalyon Armed, Kelurahan Pelem, RT/07 RW/02, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Bentuk bangunan benteng ini menjorok ke dalam dan dikelilingi gundukan tanah yang tingginya hampir menutupi bangunan, sehingga masyarakat sekitar menyebutnya sebagai “Benteng Pendam”.
Bentuk bangunan dibuat demikian dengan tujuan sebagai tanggul dari luapan Sungai Bengawan Solo. Selain itu, bangunan ini juga difungsikan ke dalam beberapa hal, seperti:
1. Benteng Pertahanan
Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa ketika Perang Diponegoro telah usai, Kolonial Belanda khawatir akan adanya serangan lanjutan oleh Pasukan Diponegoro. Maka, untuk mengantisipasinya dibangunlah Benteng Van den Bosch sebagai bangunan pertahanan.
2. Markas Pengendali Ekonomi
Lokasi pembangunan benteng ini berada di wilayah yang strategis. Sebab, berada di dekat aliran Sungai Bengawan Solo dan Bengawan Madiun. Di mana kedua sungai tersebut sebagai jalur utama transportasi perdagangan. Keberadaan ini memudahkan Kolonial Belanda untuk memantau dan mengendalikan perekonomian rakyat.
Tata Ruang Bangunan
Bangunan Benteng Van Den Bosch menampilkan gaya arsitektur khas Eropa. Bangunannya tinggi kokoh dan berbentuk persegi panjang. Sampai sekarang, bangunan benteng ini belum mengalami renovasi, sehingga masih memperlihatkan bentuk bangunan asli.
Kantor Utama, bangunan ini terdiri dari dua lantai yang digunakan sebagai kantor utama para Kolonial Belanda yang mempunyai kedudukan tinggi.
Bangunan asrama dan penjara. Bangunan asrama digunakan sebagai tempat tinggal bagi para prajurit Kolonial Belanda. Sedangkan bangunan penjaradigunakan sebagai ruang penjara bagi para tahanan Kolonial Belanda.
Bangunan Sumur. Terdapat beberapa sumur dalam benteng ini. Dahulu, sumur-sumur ini digunakan sebagai tempat pembuangan korban kerja rodi.
Makam KH. Nur Salim telah ditemukan dan dilakukan pemugaran yang diselesaikan pada tahun 1992.





Post a Comment for "Benteng Van Den Bosch"
Post a Comment
Add your comment