Kesultanan Samudera Pasai


kesultanan samudera pasai

Kesultanan Samudera Pasai merupakan kesultanan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera. Sekitar Kota Lhoksuemawe, Aceh Utara sekarang.

Awal Mula Kesultanan Samudera Pasai

Para sejarawan berbeda pendapat mengenai kapan sejatinya Kesultanan Samudera Pasai berdiri.  Snouck Hurgronje dan beberapa Sarjana Barat mengemukakan bahwa Kesultanan Samudera Pasai berdiri pada pertengahan abad ke-13. Raja pertamanya adalah Sultan Malik al-Saleh atau Meurah Silu. Pendapat ini didasarkan pada Hikayat Raja-Raja Pasai. Dalam hikayat tersebut dituliskan bahwa Meurah Silu merupakan raja pertama yang beragama Islam. Keislaman Meurah Silu dikisahkan berawal dari mimpi bertemu Rasulullah. Kemudian, ia dibimbing mengucapkan kalimat syahadat dan membaca al-Qur’an. Ketika terbangun dari tidur, ia pun sudah fasih membaca al-Qur’an. Semenjak itu, Meurah Silu bergelar Sultan Malik al-Saleh

Sedangkan sebagian sejarawan mendasarkan pendapatnya Naskah Melayu Tua yang berjudul Idhar al-Haq fi Mamlakatil Peureulak karya Abu Ishaq al-Makarani dan Tawarikh Raja-Raja Aceh. Pendapat ini didukung oleh Hamka, dan Ali Hasjmy. Mereka berpendapat bahwa Kesultanan Samudera Pasai sudah berdiri pada tahun 1042 M. Pendiri kerajaan ini adalah Meurah Khair bergelar Maharaja Mahmud Syah yang memerintah pada tahun 1042-1078M/ 433-470 H. Setelah Mahmud Syah, Samudera Pasai dipimpin oleh Maharaja Mansyur Syah  pada 1078-1133 M. Kemudian Maharaja Ghiyasyuddin Syah pada 1133-1155 M. Selanjutnya Maharaja Nuruddin/Sultan Samudera/Sultan al-Kamil pada 1155-1210 M. Sultan ini merupakan sultan terakhir dari garis keturunan Meurah Khair.

Karena sultan terakhir wafat dan tidak memiliki keturunan, maka Kerajaan Samudera diperebutkan oleh pembesar-pembesar Kerajaan. Keadaan ini berlangsung selama 50 tahun. Sampai pada akhirnya, Meurah Silu mengambil alih kekuasaan. Meurah Silu adalah anak dari Makhdum Malik Abdullah bin Makhdum Malik Ibrahim, bin Makhdum Malik Mesir, bin Makhdum Malik Ishaq, bin Sultan Makhdum Malik Ibrahim Syah Johan Berdaulat. Berdasarkan silsilah tersebut dapat diketahui bahwa Meurah Silu merupakan keturunan dari Sultan Perlak ke-8. Kemudian, ia dinikahkan dengan Putri Ganggang Sari dari Perlak. Dari pernikahan itu dikaruniai anak yang bernama Muhammad Malik ad-Dhahir. Ia dinobatkan sebagai penerus tahta Kesultanan Samudera Pasai. Pada masa inilah Kesultanan Perlak bergabung dengan Kesultanan Samudera Pasai.

Kejayaan Kesultanan Samudera Pasai

Dalam kitab Rihlah ila-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) karya Abu Abdullah ibnu Batuthah yang pernah singgah di Kesultanan Samudera Pasai pada tahun 1345, menceritakan bahwa ketika ia sampai di Pasai dijemput dan disambut oleh pembesar-pembesar kerajaan. Ia menggambarkan kesultanan ini sebagai negeri yang hijau dengan pelabuhannya yang besar. Ia juga mencatat bahwa kapal layar Samudera Pasai telah ia temui ketika ia sampai di negeri China. Ini menandakan bahwa Kesultanan Samudera Pasai adalah kesultanan yang besar dan telah menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan di luar Nusantara.

Pada masa ini, Islamisasi berjalan pesat. Dakwah Islam dilakukan diberbagai tempat, sehingga kehidupan masyarakat Pasai pun diatur dengan hukum-hukum Islam. Penerapan hukum-hukum Islam tersebut mirip dengan penerapannya bagi masyarakat Muslim di Mesir. Kehidupan sosial masyarakatnya juga banyak memiliki persamaan. Oleh karena itulah kemudian Pasai mendapat julukan Serambi Makkah.

Kemajuan dalam bidang perdagangan dapat diketahui dengan ditemukannya  alat tukar yang berupa mata uang dinar dan dirham. Selain itu, Kesultanan Samudera Pasai telah memiliki armada laut yang kuat. Banyak para pedagang dan saudagar yang singgah di Pasai.

Selain itu, dalam bidang seni sastra mengalami perkembangan yang ditandai dengan penggunaan bahasa Arab. Bahasa ini digunakan untuk menulis karya sastra dalam bahasa Melayu atau yang dikenal dengan bahasa Jawi, kemudian huruf Arabnya dikenal dengan Arab Jawi. Salah satu karya sastra yang terkenal adalah Hikayat Raja-Raja Pasai.

Post a Comment for "Kesultanan Samudera Pasai"