I’jaz ‘Adadi: Menelusuri Keistimewaan Angka 7 dalam Al-Qur'an
Ketika bilangan angka dikenalkan oleh ahli matematika, Muhammad ibnu Musa al-Khawarizmi, kehidupan manusia tidak pernah lepas dari penggunaan angka. Simbol numerik yang dimulai dari angka 0 sampai 9 ini digunakan sebagai penanda hitungan dalam setiap aspek kehidupan. Misalnya, angka 7. Kita sering menggunakan angka ini untuk menyebut puasa 7 senin 7 kamis, 7 bulanan, 7 lapisan langit, 7 Surga dan 7 Neraka. Lalu, pernahkah kita memperhatikan makna yang terkandung dalam angka 7 tersebut?
Al-Qu’an adalah firman Allah SWT yang turunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril secara mutawattir. Sebagai firman Allah, Al-Qur’an memiliki banyak kemukjizatan yang salah satunya adalah kemukjizatan tentang bilangan atau dikenal sebagai I’jaz ‘Adadi. I’jaz ‘Adadi merupakan kajian yang berupa perhitungan huruf-huruf, ayat-ayat dan surat-surat dalam Al-Qur’an. Para ilmuwan yang melakukan kajian ini menemukan sebuah keteraturan jumlah penyebutan kata-kata dalam Al-Qur’an. Keteraturan tersebut terjadi bukanlah tanpa kesengajaan melainkan mempunyai arti dan makna yang mendalam. Hal ini dapat ditemukan salah satunya pada angka 7 yang telah disebut berulang kali dalam Al-Qur’an.
Pengertian I’jaz ‘Adadi
I’jaz secara bahasa berarti kemukjizatan. Sedangkan ‘Adadi berasal dari kata ‘Adad yang merupakan isim (kata benda) dari bentuk fi’il (kata kerja) ‘Adda yang bermakna hasaba dan al-ihsha’ (menghitung). Tambahan huruf ya’ al-nisbah dibelakang kata ‘Adad dinisbatkan kepada jenis. Oleh karena itu, ‘Adadi dapat diartikan dengan sesuatu yang berkaitan dengan hitungan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Adad diartikan dengan kata bilangan dan jumlah. Jika ditambahkan dengan ya’ al-nisbah maka dapat diartikan dengan angka atau bilangan tertentu. Dengan demikian, I’jaz ‘Adadi dapat didefinisikan sebagai kemampuan mukjizat yang dimiliki Al-Qur’an dalam segi angka atau bilangan tertentu.
Penyebutan angka 7 dalam Al-Qur’an
Dalam bahasa Arab, angka 7 berasal dari kata “Sab’a”, “ Sab’u”, “Sab’i” atau “Sab’ah”. Secara rinci penyebutan angka 7 dalam Al-Qur’an diuraikan sebagai berikut:
1. QS. Al-Baqarah ayat 29
هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ ٱسْتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
2. QS. Al-Baqarah ayat 196
فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِٱلْعُمْرَةِ إِلَى ٱلْحَجِّ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۚ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٍ فِى ٱلْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ
Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna.
3. QS. Al-Baqarah ayat 261
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيم
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
4. QS. Yusuf ayat 43
وَقَالَ ٱلْمَلِكُ إِنِّىٓ أَرَىٰ سَبْعَ بَقَرَٰتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعَ سُنۢبُلَٰتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَٰتٍ
Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering".
5. QS. Yusuf ayat 46
يُوسُفُ أَيُّهَا ٱلصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِى سَبْعِ بَقَرَٰتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنۢبُلَٰتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَٰتٍ لَّعَلِّىٓ أَرْجِعُ إِلَى ٱلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ
(Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): "Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya".
6. QS. Yusuf ayat 47
قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدتُّمْ فَذَرُوهُ فِى سُنۢبُلِهِۦٓ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تَأْكُلُونَ
Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.
7. QS. Yusuf ayat 48
ثُمَّ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تُحْصِنُونَ
Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.
8. QS. Al-Hijr ayat 44
لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَٰبٍ لِّكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُومٌ
Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.
9. QS. Al-Hijr ayat 87
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَٰكَ سَبْعًا مِّنَ ٱلْمَثَانِى وَٱلْقُرْءَانَ ٱلْعَظِيمَ
Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Quran yang agung.
10. QS. Al-Israa’ ayat 44
تُسَبِّحُ لَهُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ ٱلسَّبْعُ وَٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِۦ وَلَٰكِن لَّا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.
11. QS. Al-Kahfi ayat 22
سَيَقُولُونَ ثَلَٰثَةٌ رَّابِعُهُمْ كَلْبُهُمْ وَيَقُولُونَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًۢا بِٱلْغَيْبِ ۖ وَيَقُولُونَ سَبْعَةٌ وَثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ
Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: "(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya", sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: "(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya".
12. QS. Al-Mu’minun ayat 17
وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَآئِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ ٱلْخَلْقِ غَٰفِلِينَ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit); dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).
13. QS. Al-Mu’minun ayat 23
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦ فَقَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?".
14. QS. Al-Mu’minun ayat 27
وَلَوْ أَنَّمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَٰمٌ وَٱلْبَحْرُ يَمُدُّهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَٰتُ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
15. QS. Fusshilat ayat 12
فَقَضَىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَٰوَاتٍ فِى يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِى كُلِّ سَمَآءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِمَصَٰبِيحَ وَحِفْظًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيم
Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
16. QS. Al-Thalaaq ayat 12
فَقَضَىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَٰوَاتٍ فِى يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِى كُلِّ سَمَآءٍ أَمْرَهَا ۚ
Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.
17. QS. Al-Mulk ayat 3
ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ طِبَاقًا
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.
Selain itu, angka 7 juga sering disebutkan dalam beberapa hadits Nabi. Diantaranya yaitu:
1. Ketika Rasulullah menerangkan sesuatu yang merusak, beliau membatasinya pada 7 hal. Beliau bersabda: “Jauhilah 7 hal yang merusak”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
2. Ketika menerangkan orang-orang yang akan dinaungi Allah pada hari Kiamat, beliau membatasinya pada 7 golongan. “Tujuh golongan yang akan dinaungi Allah dengan bayangan-Nya pada saat tiada naungan kecuali dari bayangannya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
3. Ketika menerangkan kezaliman dan mengambil tanah orang lain tanpa alasan, beliau menjadikan angka 7 sebagai simbol azab pada hari Kiamat. Beliau bersabda, “Orang yang menzalimi orang lain walau hanya beberapa jengkal tanah, akan dikalungkan azab dari 7 bumi”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
4. Tentang sebab-sebab kesembuhan, Rasulullah memerintahkan kita untuk membaca doa berikut 7 kali, “Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan apa yang kudapatkan dan kutakutkan”. (HR. Muslim).
5. Ketika mengajarkan cara berlindung kepada Allah untuk menghilangkan kegelisahan, Rasulullah memerintahkan kita untuk mengulang-ulang pembacaan ayat berikut sebanyak 7 kali, “Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain Ia. Kepada-Nya aku berserah diri. Dia adalah Tuhan Arasy yang agung”. (QS Al-Taubah: 129).
Kemukjizatan Angka 7
Kemukjizatan angka 7 dapat dilihat dari hasil metode yang telah dilakukan oleh Abdul Ad-Da’im Al-Kahlil sebagai berikut:
1. Surat yang berada diantara Al-Baqarah dan Al-Naba’ berjumlah 77 surat. Angka 77 merupakan kelipatan dari angka 7 yaitu 11x7=77
2. Ayat yang berada diantara ayat ke-29 dalam surat Al-Baqarah dan ayat ke-12 surat Al-Naba’ berjumlah 5649 ayat. Angka 5649 merupakan kelipatan dari angka 7 yaitu 807 x 7= 5649
3. Pada permulaan surat Al-Baqarah sampai akhir surat Al-Naba’ terdapat 5705 ayat. Angka 5705 merupakan kelipatan dari angka 7 yaitu 815 x 7= 5705
4. Jumlah ayat pertama Al-Qur’an hingga akhir surat Al-Naba’ berjumlah 5712 ayat. Angka 5712 merupakan kelipatan dari angaka 7, 816 x 7 = 5712
5. Jika kita menghitung jumlah surat dari surat Al-Fatihah sampai surat Al-Nas yang menyebutkan nama “ Allah” berjumlah 112 surat. Angka 112 merupakan kelipatan dari angka 7 yaitu 16 x 7= 112
Berdasarkan beberapa contoh diatas terbukti bahwa bilangan yang ada dalam Al-Qur’an mempunyai sebuah keteraturan yang menunjukkan bahwa Allah telah mengurutkan Al-Qur’an dengan bentuk yang selaras. Itulah beberapa informasi seputar keistimewaan dibalik angka 7 dalam Al-Qur’an. Semoga dengan mengetahui beberapa keistimewaan tersebut menjadikan kita insan yang cinta akan ilmu pengetahuan.
Oleh: Fatimatuz Zahroi
Alumni Tadris Matematika, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung

Post a Comment for "I’jaz ‘Adadi: Menelusuri Keistimewaan Angka 7 dalam Al-Qur'an"
Post a Comment
Add your comment