Bukti Cinta ataukah Monumen Penyesalan atas Pembunuhan: Menelusuri Kisah di balik Berdirinya Taj Mahal di India
Salah satu peninggalan peradaban Islam di India yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia
Taj Mahal dibangun pada masa pemerintahan Syah Jahan antara tahun 1632-1653. Saat ini, Taj Mahal menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan mancanegara yang datang ke India. Kemegahannya dapat dilihat dari bentuk arsitektur dan ornamen yang melekat pada bangunannya. Keistimewaan Taj Mahal juga terdapat pada beberapa kisah menarik yang menjadi latar belakang berdirinya.
Kisah pertama berasal dari naskah drama berbahasa inggris dengan judul Tale of Taj. Naskah ini kemudian dijadikan sebuah film pada tahun 1970-an. Dalam film tersebut, Mumtaz Mahal diceritakan sebagai perempuan yang kurang cantik. Dia kejam dan memiliki ambisi yang besar. Akan tetapi, dia memiliki beberapa keahlian. Salah satunya yaitu ahli dalam bermain catur
Pada saat Mumtaz Mahal sedang hamil, dia menantang Syah Jahan untuk bermain catur. Dia pun meminta takhta sebagai bahan taruhannya. Hal ini dia lakukan untuk mewujudkan hasrat dan ambisinya. Dalam permainan tersebut kemenangan berpihak kepada Mumtaz, sedangkan Syah Jahan mengalami kekalahan. Akhirnya, Syah Jahan memberikan takhta dan kekuasaan pemerintahan kepada Mumtaz.
Namun, kemenangan Mumtaz tidak bertahan lama. Sebab, sebenarnya Syah Jahan tidak ingin begitu saja memberikan takhtanya kepada Mumtaz. Ia berupaya merebut kembali. Pertengkaran perebutan takhta ini berakhir, ketika mumtaz terjatuh. Dalam kondisi lemah dan tengah hamil tua, ia akhirnya meninggal saat melahirkan.
Sayangnya, dalam film tersebut tidak diberikan jawaban pasti, apakah meninggalnya Mumtaz murni kecelakaan atau sebuah kesengajaan. Selanjutnya, diceritakan bahwa Syah Jahan mengalami penyesalan. Kesedihannya ia buktikan dengan membangun Taj Mahal sebagai bentuk duka cinta mendalam. Bahkan sampai saat ini kisah tersebut sering disampaikan pemandu wisata untuk menarik para pengunjung.
Versi kedua kisah tersebut berdasarkan catatan dan sumber sejarah peradaban Islam. Dalam buku Sejarah Peradaban Islam Periode Klasik Hingga Modern karya Siti Maryam, dkk. dijelaskan bahwa latar belakang pembangunan Taj Mahal adalah atas dasar keinginan Syah Jahan membangun mausoleum untuk istrinya. Mausoleum inilah yang kemudian disebut Taj Mahal. Berasal dari kata Taj yang berarti mahkota dan Mahal yang berarti tempat. Arsitektur bangunan ini berasal dari India, Persia, dan Asia Tengah.
Perlu diketahui bahwa arsitektur Islam di India, baik bangunan istana, makam atau bangunan lainnya menampilkan corak yang sama dengan bangunan masjid. Corak masjid ini terinspirasi dari arsitektur masjid yang dibangun masa pemerintahan Mahmud Ghaznawi. Selanjutnya, pola lengkung iwan diterapkan pada bentuk gapura masjid. Pola kubah Persia yang berujung runcing digunakan sebagai atap bangunan masjid.
Sebagaimana terdapat dalam Ensiklopedi Tematik Islam disebutkan bahwa kompleks Taj Mahal memiliki bentuk garis simetris dengan langit menjadi latarbelakangnya. Terdiri dari empat menara dan kubah serta lima bagian utama di area kompleksnya. Kelima bagian ini yaitu Darwaza (gerbang utama), Rauza (mausoleum), Masjid, Naqqar Khana/Jawab (tempat istirahat), dan Taman.
Taj Mahal memiliki tinggi sekitar 70 m dan tinggi kubahnya 26 m. Bagian dalamnya dibangun dengan batu marmer yang berwarna merah. Sedangkan bagian luarnya terdapat menara menjulang tinggi yang dibangun dengan batu marmer putih. Kemegahannya pun dilengkapi dengan ukiran dan seni mozaik yang indah.

Post a Comment for "Bukti Cinta ataukah Monumen Penyesalan atas Pembunuhan: Menelusuri Kisah di balik Berdirinya Taj Mahal di India"
Post a Comment
Add your comment