Tafsir Punakawan dalam Seni Islam

tafsir punakawan dalam seni islam

Setelah membahas perkembangan wayang pada zaman dari zaman prasejarah sampai Opera van Java, kali ini yang dibahas adalah tafsiran terkait Punakawan dalam Islam. Saat Kanjeng Sunan Kalijaga menggunakan wayang untuk keperluan dakwah, beliau banyak memainkan lakon, salah satunya Punakawan. Saat digunakan dalam Islam, tafsiran maknanya pun berubah menjadi sebagai berikut:

Pertama
Punakawan terdiri dari kata puna dan kawan. Puna berarti susah, kawan berarti teman. Jadi bisa dikatakan bahwa Punakawan berarti teman di saat susah.

Kedua
Punakawan berasal dari kata puna atau pana yang berarti terang dan kaan yang berarti teman. Jadi Punakawan berarti teman yang mengajak kepada jalan yang terang. 

Ketiga
Punakawan berasal dari kata puna atau pana berarti fana dan kawan berarti teman. Jadi, Punakawan berarti teman yang mengajak kepada kefanaan. Penggambaran Punakawan dengan makna masing-masing yaitu Semar, Gareng, Pertruk, dan Bagong. Masing-masing memiliki makna tersendiri yang saling berkaitan. Semar berasal dari kata samara yang berarti bergegas. Gareng berasal dari kata Nala Khairan yang berarti memperoleh kebaikan. Petruk dari kata fat ruk yang berarti tinggalkanlah. Bagong berasal dari kata Ba Gha yang berarti perbuatan keji atau buruk. Jikalau keseluruhannya digabung maka akan bermakna melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan (ta'muruna bi alma'ruf wa tanhauna anilmunkar).

Begitulah sedikit informasi mengenai tafsiran Punakawan dalam Islam.  Semoga bermanfaat. 

Post a Comment for "Tafsir Punakawan dalam Seni Islam"