Sejarah Pembangunan Masjid Kobe di Jepang

Masjid Kobe terletak di 2-25-24 Nakayamate Dori, Kobe-shi, Prefektur Hyogo, Jepang. Masjid Kobe merupakan masjid pertama yang dibangun di Jepang. Pendapat bahwa Masjid Kobe adalah masjid pertama di Jepang tidak sepenuhnya dapat diterima beberapa kalangan. Sumber lain mengatakan bahwa masjid yang pertama bukanlah di Kobe, melainkan di Osaka. Pendapat ini dikemukakan oleh Batien Salikh dari Kazan. Pendapat ini kemudian ditanggapi serius oleh Abu Bakar Morimoto. Ia kemudian mendapatkan petunjuk oleh Abdullah Moroz seorang Tartar Turki di Jepang. Menurut Abdullah Moroz terdapat sebuah wilayah bernama Izumu-Ohtsu, sebuah perkemahan dan tempat pemakaman tentara Rusia saat Perang Rusia-Jepang di Osaka. Di sana terdapat tiga makam dengan nisan bertuliskan huruf Arab. Di dalam buklet yang diterbitkan Takaishicho Education Board and Takaishicho District Historical Research Committee menyebutkan bahwa perkemahan tersebut terdapat tempat beribadah untuk tentara yang berkebangsaan Rusia, Turki, Gipsi, Yahudi, dan Mongolia.
Masjid Kobe mulai dibangun pada 1928 dan diresmikan pada tahun 1935. Masjid Kobe dibangun atas prakarsa A.K Bochia dan komunitas Muslim di Kobe dangan pendanaan secara swadaya. Masjid Kobe dibuka oleh Ferozudin yang juga merupakan donatur lebih dari setengah biaya pembangunan masjid. Dalam karya Yushi Utaka yang berjudul “The Kobe Muslim Mosque: Experience of Miracles-1945 Air Raid & 1995 Earthquake” yang disampaikan pada Arci-Cultural Interactions through the Silk Road, 4th Internasional Conference, Mukogawa Women.s Univ., Nishinomiya, Jepang dikatakan bahwa Masjid Kobe diarsiteki oleh Jan Josef Ĺšvagr yang berkebangsaan Ceko dan dikerjakan oleh Takenaka Coorporation dengan detail masjid sebagai berikut:
- Jumlah lantai : 3 lantai + 1 ruang bawah tanah
- Stuktur : Beton berangka
- Atap : Atap datar dengan kubah lengkung dengan genteng yang berukuran 300 x 400 mm. Struktur dalam kubah berkerangka kayu dan ditempatkan di plat beton dan bagian luar dilapisi tembaga.
- Dinding : Beton polimer potongan batu alam
- Luas Lantai : 250 m2
- Tahun Konstruksi : 1935
Dalam The Kobe Muslim Mosque Report 1935-1936 disebutkan bahwa Walikota Kobe sempat memberikan pesan ketika awal-awal Masjid Kobe didirikan. Pesan yang disampaikan sebagai berikut:
As Mayor of Kobe, I have much pleasure in extending to the Kobe Muslim Mosque Committee my hearty congratulations on the occasion of the opening of the Mosque. It is the first Muslim Mosque built in Japan, and Kobe may well be proud of it. The appearance of the new Mosque is quite befitting such a Cosmopolitan City as Kobe, and it adds a new attraction to the already numerous places of interest in the city. The new Mosque affords a place of worship for Muslim people not only in Kobe, but for those living in other places of Japan, making Kobe the Mecca of Japan. I share the joy and satisfaction of the Muslims on this auspicious day and hope it will prove to be an instrument to promote friendship among the race. I feel that I am expressing, in this massage of congratulation, not only my own personal feelings but the feelings of the people of Kobe. As the years have gone by Japan and Muslim countries including Egypt, Turkey, Iran, Afghanistan, and also India, have felt closer and closer, and it is my earnest wish that the new place of worship will prove to be another strong link in the chain of Muslim-Japanese friendship.
Pesan ini memiliki makna yang mendalam terkait penerimaan masyarakat Kobe terhadap kaum Muslim. Proses penerimaan itu secara resmi (official) diwakili oleh Walikota Kobe sejak Islam baru beberapa tahun masuk dan memiliki pusat kegiatannya (Masjid Kobe). Imam pertama Masjid Kobe adalah Imam Samghuni. Masjid Kobe melaksanakan shalat jumat pertama di Masjid Kobe dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 1935. Hingga saat ini Masjid Kobe tetep kokoh berdiri walaupun sempat mengalami dua bencana besar pada 1942 dan 1995.
Oleh:
Muhammad Afraval Saiphedra
Pegiat Muslim Minoritas

Post a Comment for "Sejarah Pembangunan Masjid Kobe di Jepang"
Post a Comment
Add your comment