Mengenal Alat Musik Dol
![]() |
Jika kita pernah menyaksikan festival Tabot di kota Bengkulu, tentu sangat familiar dengan alat musik dol. Salah satu alat musik yang tidak bisa dilepaskan dari festival tabot dan juga sebagai salah satu ciri khas Provinsi Bengkulu. Alat musik ini juga menemani beberapa acara resmi, peranannya layaknya Gong di Jawa.
Alat musik ini terbuat dari campuran kulit hewan (biasanya sapi atau kerbau) yang dikeringkan dan bongol kelapa. Bongol merupakan tempat akar-akar kelapa yang serabut bersatu padu. Bongol kelapa diambil, dilubangi, dan disatukan dengan kulit hewan. Kulit hewan tersebut tentunya sudah dikeringkan.
Diperlukan teknik khusus untuk memainkan alat musik ini. Alat musik pukul ini memiliki tiga pukulan dasar untuk memainkannya. Pukulan tersebut adalah tamatam, suwena dan suweri. Ketiga pukulan dasar inilah yang menemani upacara tabot di Bengkulu. Musik dol juga digunakan untuk mengiringi tarian daerah dan beberapa kreasi seni lainnya.
Ada kebanggaan tersendiri bagi seorang putra Bengkulu ketika bisa memainkan dol. Sebagai kritik, tak banyak dari putera Bengkulu yang bisa memainkan dol. Kebanyakan dari mereka hanya mengenal dan lebih condong ke alat musik modern, seperti gitar ataupun drum.
Kabar baiknya, saat ini sudah banyak sanggar-sanggar yang menyediakan pelatihan untuk memainkan Dol. Apalagi hampir seluruh sekolah terlihat berupaya untuk mendekatkan siswanya dengan sanggar lewat pelajaran seni budaya.
Menurut hemat penulis, upaya ini akan lebih terasa manfaatnya jika pemerintah memberikan subsidi biaya operasional sanggar untuk menggelar pelatihan dol. Sehingga semua orang bisa secara gratis untuk mengakses pelatihan tersebut. Dengan demikan, diharapkan kita mampu berkontribusi besar dalam pelestarian seni budaya daerah.

Post a Comment for "Mengenal Alat Musik Dol"
Post a Comment
Add your comment